Selat Panjang ,Sabdarepublik- Animo penduduk Meranti menyambut Kedatangan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) ke Kabupaten Kepulauan Meranti menjadi kebanggaan tersendiri. Kabupaten Meranti menajdi pilihan pertama agenda kunjungan kerja Presiden pilihan rakyat Indonesia.Ini menjadi kesempatan bagi wartawan daerah untuk meliput secara langsung, namun kenyataannya tidak semua wartawan bisa meliput, pasalnya Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Kabag Humas) Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten setempat menghalangi dan menghilangkan hak meliput tersebut dengan alasan yang tidak jelas.
Eri Suheri selaku Kabag Humas Kabupaten Meranti dalam pendaftaran untuk meliput atau wawancara kedatangan Jokowi menyatakan kepada wartawan bahwa tidak perlu mendaftar, namun sebagian ada yang mendaftar dan diberikan kartu pengenal liputan (ID CARD PRESS).
Namun ketika dilapangan saat kedatangan Jokowi para wartawan yang tidak memiliki Id Card Pers dari Kehumasan Meranti dilarang meliput, hingga terjadi ricuh (adu mulut) antara Kabag Humas Eri Suheri dengan beberapa wartawan. Bahkan sempat Eri Suheri Kabag Humas hendak di “bogem mentah” dengan Sawaludin Wartawan Harian Vokal tidak hanya itu saja, Nurul Fadli, Jamaludin (Wartawan sigapnwes.com) dan Misjan (Wartawan oketaimes.com) turut marah dengan sang Kabag Humas tersebut.
Dari pantauan awak media, kericuhan itu berawal, ketika tiga wartawan mendatangi Eri Suheri saat mendata nama-nama wartawan yang ia akomodir, untuk melancarkan pemberitaan atau wawancara agenda kedatangan Joko Widodo
.
Dikatakan Nurul Fadli, dan dua rekan wartawannya “Kami seperti di anaktirikan oleh Humas, kenapa nama kami tidak di akomodir, sedangkan wartawan lain di akomodir, mau jadi apa Humas Meranti ini, kami sudah datang kekantornya sore semalam, mau mendaftar, dia bilang tidak ada pakai pendaftaran. karena kami dengar untuk meliput atau wawancara agenda persiden RI Jokowidodo harus mengunakan kartu (ID CARD), kusus,” ujur Nurul fadli dengan wajah yang kesal.
“tadi dia cakap lain pulak, pendaftaran sudah dua hari yang lalu, setelah itu dia bilang baru hari ini pula ia tau, Kabaghumas macam apa ini, kata Nurul Fadli pada wartawan.(ma/gagasanriau.com)
0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !