Headlines News :

Label 1

Daerah

Facebook

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan

Hasil Gelar Perkara Kasus Ahok Diumumkan Rabu Besok

Written By Unknown on Selasa, 15 November 2016 | 11/15/2016

Badan Reserse Kriminal Polri masih terus melakukan gelar perkara atas penyelidikan kasus dugaan penistaan agama yang diduga dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Hasil gelar perkara akan diumumkan sesegera mungkin.

"Besok (diumumkan). Tidak boleh lebih dari dua hari," ungkap Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komjen Ari Dono Sukmanto di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Selasa (15/11/2016).

Ari mengatakan, sampai dengan saat ini pihaknya belum menyimpulkan hasil gelar perkara itu. Sebab, keterangan saksi baik dari terlapor ataupun pelapor masih didengarkan oleh penyelidik.

"Belum, baru kita sampaikan keterangan pelapor. Jadi kurang lebih ada sembilan pelapor. Pada prinsipnya sama, baru kemudian terlapor," ucap dia.

Gelar perkara atas laporan dugaan penistaan agama masih terus dilakukan. Baru sebentar dibuka, gelar perkara berlangsung tertutup untuk umum.

Tercatat sedikitnya, ada lima pelapor yang mengikuti proses gelar perkara. Kemudian hanya ada satu orang yang mewakili pihak terlapor, yakni pengacara Ahok, Sirra Prayuna. Serta 16 saksi ahli, di antaranya lima saksi ahli dari Polri, lima saksi ahli dari terlapor, dan enam saksi ahli dari pelapor.

Sumber : Liputan6.com

Mengenal Habib Rizieq, Anak Pejuang Kemerdekaan yang Kini Menjadi Imam Besar FPI dan Panglima Umat

Written By Unknown on Sabtu, 12 November 2016 | 11/12/2016

Siapa yang tidak mengenal sosok yang satu ini. Beliau seorang ulama besar Indonesia yang memiliki jutaan pengikut. Seorang tokoh Islam Indonesia yang dikenal sebagai pemimpin atau Imam Besar organisasi Front Pembela Islam. Beliau seorang mujahid tangguh, seorang orator ulung dan seorang singa podium ketika di atas panggung. Beliau mampu membangkitkan ruhul jihad didepan banyak orang. Beliau berani mengatakan yang haq itu haq dan yang batil itu batil walaupun nyawa yang menjadi taruhannya. Setiap pengajian atau atau tabligh akbar yang dimana beliau menjadi penceramahnya suka dihadiri oleh ribuan bahkan ratusan ribu orang.

Beliau adalah DR. Al Habib Muhammad Rizieq bin Hussein Shihab, Lc.MA.DPMSS. Rumah beliau terletak di Jl. Petamburan III No. 83, Tanah Abang Jakarta Pusat. Walau pun kini Beliau pindah ke Markaz Syariah di Megamendung Bogor Jawa Barat. Beliau lahir di Jakarta, 24 Agustus1965.

Nasabnya hingga ke Rasulullah SAW.

Nasab: Al Habib Muhammad Rizieq Shihab bin Husein bin Muhammad bin Husein bin Abdullah bin Husein bin Muhammad bin Syeikh bin Muhammad bin Ali bin Muhammad bin Ahmad Syihabuddin Al-Asghar bin Abdurrahman Al-Qadhi bin Ahmad Syihabuddin Al-Akbar bin Abdurrahman bin Syeikh Ali bin Abu Bakar As-Sakran bin Abdurrahman As-Segaf …bin Muhammad Maulad Daawilah bin Ali bin Alwi Ibnul Faqih bin Muhammad Al-Faqihil Muqaddam bin Ali Walidil Faqih bin Muhammad Shahib Murbath bin Ali Khala’ Qasam bin Alwi bin Muhammad bin Alwi Ubaidillah bin Ahmad Al-Muhajir bin Isa An-Naqib bin Muhammad Djamaluddin bin Ali Al-Uraidhi bin Ja’far As-Shadiq bin Muhammad Al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Husein As-Sibth bin Ali bin Abi Thalib wa Fathimah Az-Zahra binta Rasulullah Muhammad SAW.

Nasab Istrinya.

Nasab Istri Habib Rizieq Shihab adalah: Syarifah Fadhlun Yahya binti Faadhil bin Hasan bin Utsman bin Abdullah bin Aqil bin Umar bin Aqil bin Syeikh bin Abdurrahman bin Aqil bin Ahmad bin Yahya bin Hasan bin Ali bin Alwi bin Muhammad Maulad Daawilah bin Ali bin Alwi Ibnul Faqih bin Muhammad Al-Faqihil Muqaddam bin Ali Walidil Faqih bin Muhammad Shahib Murbath bin Ali Khala’ Qasam bin Alwi bin Muhammad bin Alwi Ubaidillah bin Ahmad Al-Muhajir bin Isa An-Naqib bin Muhammad Djamaluddin bin Ali Al-Uraidhi bin Ja’far As-Shadiq bin Muhammad Al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Husein As-Sibth bin Ali bin Abi Thalib wa Fathimah Az-Zahra binta Rasulullah Muhammad SAW.

Beliau memang keturunan Nabi Muhammad SAW yang ke-38. Beliau mewarisi ketegasan datuknya, kesantunan serta akhlaknya yang baik dan ilmunya yang luas. Meskipun begitu Al Habib Muhammad Rizieq pernah berkata:

"Garis keturunan bukan untuk tujuan pamer. Jika itu adalah tujuan, maka merupakan kesombongan, dan itu adalah dosa."

Putra Pejuang.

Al Habib Husein ayahnya Al Habib Rizieq meninggal dunia tahun 1966. Jadi, ketika itu Al Habib Rizieq baru berusia 11 bulan. ”Jadi saya mengenalnya hanya dari foto,” kata Al Habib Rizieq.

Sang ayah lahir tahun 1920-an, sebelum meninggal di Polonia, Jatinegara, berkata kepada seorang anggota keluarganya, "Tanyakan kepada putra saya ini, kalau sudah besar mau menjadi ulama atau jagoan. Kalau mau jadi ulama, didik agamanya dengan baik. Kalau mau jadi jagoan, berikan dia golok." Al Habib Rizieq pun tumbuh menjadi seorang ulama besar yang disegani oleh kawan maupun lawan. Menurut sejumlah teman almarhum Habib Husein Shihab merupakan pemimpin Pandu Arab. Al Habib Husein ini pernah bekerja di Rode Kruis (kini Palang Merah Indonesia) pada masa kembalinya Belanda setelah proklamasi kemerdekaan.

Al Habib Husein, yang ketika itu masih berusia 20 tahunan, bekerja di bagian logistik. Di sini beliau punya hubungan dengan para pejuang kemerdekaan. Beliau banyak memberikan makanan dan pakaian untuk para pejuang yang ketika itu bergerilya di Jakarta dan sekitarnya.

Rupanya pihak NICA (tentara Belanda) mengendus tingkah lakunya itu, karena ada kawannya sendiri yang tega mengkhianatinya dan melaporkannya pada NICA. Tanpa ampun lagi, Al Habib Husein Shihab pun ditangkap. Kedua tangannya diikat dan ia diseret dengan kendaraan Jeep. Di penjara beliau divonis hukuman mati oleh Belanda. Tapi, berkat bantuan Allah, Al Habib Husein Shihab berhasil kabur dari penjara dan melompat ke Kali Malang. Setelah diselamatkan oleh para laskar pimpinan KH. Noer Ali. Beliau selamat, meskipun bagian pantatnya tertembak. Beliau sadar setelah sebelumnya mendapat pertolongan dari KH Noer Ali, pejuang Bekasi yang sangat ditakuti NICA.

Pernah dalam suatu kesempatan Al Habib Muhammad Rizieq Shihab memperlihatkan foto ayahnya dengan istri Bung Karno, Fatmawati, dalam suatu upacara pada awal kemerdekaan. Al Habib Rizieq menyatakan bangga terhadap ayahnya punya semangat nasionalisme yang tinggi dan ikut membakar semangat para pemuda Arab melawan Belanda melalui Pandu Arab Indonesia serta merupakan seorang pejuang kemerdekaan.

Semenjak ayahnya meninggal Al Habib Muhammad Rizieq Shihab tidak dididik di pesantren. Namun, sejak berusia empat tahun Beliau sudah rajin mengaji dari masjid ke masjid. Ibunya yang sekaligus berperan sebagai bapak dan bekerja sebagai penjahit pakaian serta perias pengantin, sangat memperhatikan pendidikan Al Habib Muhammad Rizieq Shihab.

Pendidikan sekolahnya dimulai di SDN 1 Petamburan, SMP 40 Pejompongan, SMP Kristen Bethel Petamburan Jakarta, SMAN 4 Gambir, dan SMA Islamic Village (Tangerang) sampai pada tahun 1982. Kemudian tahun 1983 kuliah di LIPIA selama setahun kemudian Habib mendapat beasiswa dari OKI untuk melanjutkan studi S1 di King Saud University, jurusan Dirasah Islamiyah, Fakultas Tarbiyah. Tahun 1990 Habib Rizieq berhasil menyelesaikan studinya dan sempat mengajar di sebuah SLA di Riyadh selama 1 tahun lalu kembali ke Indonesia pada tahun 1992. Studinya ke King Saudi University, Arab Saudi, yang diselesaikan dalam waktu empat tahun dengan predikat cum-laude. Beliau tinggal di Arab Saudi kurang lebih selama 7 - 8 tahun. Selanjutnya Al Habib Muhammad Rizieq Shihab juga telah menyelesaikan Studi Islam S2 dan S3 di Universitas Antar-Bangsa Malaysia.

Sebelum Beliau sekolah di luar negeri, Beliau juga sering menghadiri berbagai majelis taklim yang ada di Jakarta serta belajar pada para ulama dan Habaib yang ada di Jakarta.

Setelah pulang ke Indonesia beliau mulai mengajar bahkan menjadi kepala sekolah Madrasah Aliyah Jamiat Kheir, Jakarta. Selain itu, sekarang ini beliau masih menjabat sebagai Mufti Besar Kesultanan Darul Islam Sulu Malaysia (gelar: Datuk Paduka Maulana Syar'i Sulu). Jadi, gelar DPMSS merupakan singkatan dari mufti sulu.

Beliau menikah pada 11 September 1987 dengan Syarifah Fadhlun serta dikaruniai 7 orang anak perempuan: Rufaidah Syihab, Humairah Syihab, Zulfa Syihab, Najwa Syihab, dan Mumtaz Syihab, Fairuz Syihab dan Zahra Syihab. Anak-anak tersebut disekolahkan di Jami’at Khair, dan juga didatangkan guru privat (ilmu agama dan umum).

Mendirikan FPI

Al Habib Muhammad Rizieq Shihab mendeklarasikan berdirinya Front Pembela Islam (FPI) tanggal 17 Agustus 1998 atau tanggal 25 Robi’utsani 1419 H. Front Pembela Islam (FPI) adalah sebuah organisasi massa Islam yang berpusat di Jakarta. Beliau dalam menegakkan amar maruf nahi munkar memang tegas dan tanpa pandang bulu. Organisasi yang mencanangkan Gerakan Nasional Anti Maksiat pada awal berdirinya. Maka, berbagai kritik, kecaman, tuduhan, tudingan,fitnah dan caci maki, teror, ancaman dan intimidasi kerapkali dialamatkan pada Habib dan organisasi ini.

Berbagai ujian dan cobaan menghantam Habib, serta para aktivis yang tergabung dalam FPI. Pada tanggal 3 Sya’ban 1419 H/ 22 November 1998 terjadi Peristiwa Ketapang, Jakarta, 22 November 1998, sekitar 200 anggota massa FPI bentrok dengan ratusan preman. Peristiwa ini menyeret FPI ke dalam tragedi berdarah yang menggemparkan dunia. Bahkan pada tanggal 11 April 1999 Al Habib Rizieq ditembak orang tak dikenal.

Alhamdulillah.. atas berkat pertolongan Allah SWT beliau selamat dari usaha pembunuhan tersebut. Setahun kemudian yaitu sepanjang tahun 2000 terjadi penangkapan besar-besaran terhadap aktivis FPI diberbagai wilayah.

Keluar Masuk Penjara.

Benarlahlah kata pepatah “semakin tinggi pohon menjulang, semakin kencang angin menerjang”. Begitulah yang dialami oleh Al Habib Rizieq beserta para aktivisnya yang tergabung dalam FPI harus keluar masuk penjara serta menghadapi berbagai badai fitnah, cacian dan ancaman.

Tepatnya pada tanggal 16 Oktober 2002 Al Habib Rizieq dipenjara dalam rumah tahanan Polda Metro Jaya tanpa ada alasan yuridis yang jelas. Kemudian dilanjutkan dengan tahanan rumah, lalu penangguhan penahanan hingga 20 April 2003. Akan tetapi, pada 21 April 2003 Al Habib Rizieq kembali dijebloskan ke penjara rumah Tahanan Salemba. Hal ini pun tanpa alasan hukum yang jelas.

Beberapa tahun kemudian tepatnya pada tanggal 30 Oktober 2008 Habib Muhammad Rizieq Syihab divonis 1,5 tahun penjara karena dinyatakan bersalah terkait penyerangan terhadap massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan atau AKKBB pada peristiwa Insiden Monas 1 Juni. Hal ini pun tanpa alasan hukum yang jelas.

Al Habib Rizieq sangat paham dan mengerti bahwa berbagai penahanan tersebut merupakan bagian dari upaya pemberangusan dakwah Habib bersama FPI dan gerakan amar maruf nahi munkarnya. Berbagai alasan dibuat, pasal berlapis disiapkan dan kedzoliman atas nama hukum dilakukan.

Namun, apapun bentuk kedzoliman yang dilakukan, Alhamdulillah.. FPI tetap eksis dan konsisten dengan perjuangan amar maruf nahi munkar. Bahkan jumlah anggota FPI semakin banyak. Diberbagai daerah dari ujung Merauke-Aceh sampai ke berbagai pulau yang ada di Indonesia dideklarasikan cabang-cabang FPI. Bahkan di Malaysia telah berdiri cabang FPI. Di negara lainpun seperti di Hadhramaut Yaman, Kairo Mesir telah terdapat cabang FPI yang tergabung dalam FMI (Front Mahasiswa Islam) yaitu organisasi sayap FPI.

Tidaklah heran jika Sulthanul Ilmi Al Habib Salim As Syathiri pimpinan Ribat Tariem Hadhramaut Yaman pernah berkata dalam Haul ayahandanya Al Quthb Al Habib Abdullah bin Umar As Syathiri, “Bahwa para habaib, ulama, shalihin serta aulia banyak sekali di bumi ini termasuk di Indonesia. Akan tetapi, sangat jarang sekali ada seorang habib yang berani seperti Habib Rizieq. Mungkin adanya hanya 800 tahun sekali itu juga dulu ketika zaman Al Imam Faqih Muqaddam Muhammad bin Ali Ba’alawi”.

Kerja Sosial.

Al Habib Rizieq berdakwah memang bukan saja melakukan amar maruf nahi munkar dan berjihad, akan tetapi Al Habib Rizieq bersama FPI melakukan berbagai bakti sosial diberbagai penjuru negeri yang ada di Indonesia. Hal ini tentu mengundang simpati masyarakat dan berbagai kalangan. Sangat berbeda jauh dengan pemberitaan-pemberitaan diberbagai media sosial yang selalu menyudutkan atau memojokkan Habib dan FPI. Beberapa bakti atau aksi sosial yang dilakukan oleh Al Habib Rizieq bersama FPI adalah sebagai berikut:

1. Menjadi evakuator mayat terbanyak ketika terjadi Tsunami di Aceh.

Menteri Sosial ketika itu, Dr. Salim Segaf mengapresiasi kontribusi FPI selama ini. "Saya pernah mengunjungi Habib Rizieq dan kawan-kawan FPI ketika bencana tsunami Aceh, saya salut kepada FPI yang telah mengevakuasi puluhan ribu mayat ketika itu," ujarnya.

"Saat bencana Tsunami Aceh saya bertemu Habib Rizieq, ternyata beliau dan laskar FPI itu tinggal di kuburan dengan mendirikan tenda-tenda bukan di hotel. Habib Rizieq memimpin laskar untuk mengevakuasi mayat selama 4 bulan. Subhanallah, inilah yang FPI lakukan. Bayangkan, tinggal di kuburan, kita semalam aja udah takut, ini 4 bulan," ujar menteri sosial menceritakan.

Dalam peristiwa bencana tsunami di Aceh tahun 2004 lalu, dengan biaya sendiri serta peralatan seadanya FPI berhasil mengevakuasi sekitar 100 ribu mayat, banyak mayat yang sulit dievakusi namun bisa diatasi oleh anggota FPI, bahkan relawan FPI-lah yang menemukan mayat. Jasa besar FPI itu hampir tidak diberitakan sama sekali oleh media-media sekuler. Dalam tugu Tsunami disitu ditulis bahwa FPI merupakan yang terbanyak dalam mengevakuasi mayat sedangkan urutan selanjutnya adalah TNI Polri dan lembaga lainnya.

2. Gempa Padang. Seperti halnya di Aceh relawan FPI juga banyak yang turun ke Padang. Bahkan hingga berbulan bulan menolong korban gempa.

3. Gempa Jogja.

4. Letusan Merapi Jogja.

5. Longsor Leuwi Gajah.

6. Air bah Morowali.

7. Jebolnya tanggul Situ Gintungg Tangerang.

8. Tsunami di Pangandaran.

9. Longsor di Ciwidey Bandung dan berbagai tempat lainnya yang mengalami bencana Relawan FPI selalu terdepan.

10. Bantuan untuk Palestina rutin setiap tahunnya tak kurang dari Rp. 1.000.000.000,- (Satu Milyar Rupiah).

11. Pembagian sembako bagi orang-orang yang tidak mampu di berbagi tempat.

12. Banjir Bandang yang baru baru ini menimpa Garut Jawa Barat. Relawan FPI tetap bertahan sebulanan ini hingga kini dan hingga nanti tuntas.

Kerjasama FPI dengan Kemensos RI secara nasional dalam Program Bedah Kampung. Ribuan rumah miskin di puluhan kampung Jakarta, Depok, Tangerang, Bekasi, Purwakarta, Pasuruan, Palu, dan Gresik, berhasil dibedah.

Kerjasama FPI dengan Kemenag RI dalam Program Pengembalian Ahmadiyah kepada Islam. Ribuan pengikut Ahmadiyah taubat dan masuk Islam. Seperti di Tenjo Waringin Tasik, 800 warga Ahmadiyah kembali pada Islam.

Sejumlah Pemda di berbagai Daerah bekerjasama dengan FPI dalam program kebersihan lingkungan, penyuluhan kesehatan, pemberantasan hama pertanian, penghijauan lahan gundul, dan sebagainya.

Bahkan pernah ada kerjasama FPI dengan almarhum Taufiq Kiemas Pimpinan MPR RI dalam pemantapan Empat Pilar RI. FPI tidak pernah menolak Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bineka Tunggal Ika selama ditafsirkan secara benar dan lurus.

Maka itu Mantan Menteri Dalam Negeri Indonesia Gamawan Fauzi pernah mengimbau agar Kepala Daerah bisa menjalin kerja sama dengan organisasi masyarakat ini.

Bahkan saat ini FPI sudah melakukan upaya pencegahan banjir Jakarta dengan mereboisasi daerah hulu sungai yang mengarah ke Ibu Kota. Lokasi bertempat di Pesantren Agrikultural dareah Gunung Pangrango, Puncak. Pada Januari FPI menanam sekitar 40 ribuan pohon.

Habib Rizieq menargetkan agar di bulan Desember ini ada 300 ribu pohon tertanam di sana. Sehingga dua tahun kedepan ada satu juta pohon untuk reboisasi hutan Lokasi. Di daerah tersebut ada empat aliran sungai yang mengarah ke Jakarta.

Aksi sosial tersebut merupakan sebagian kecil yang sudah disumbangkan oleh FPI untuk masyarakat dan bangsa Indonesia. Masih banyak kegiatan-kegiatan positif lainnya yang telah dilakukan oleh Al Habi Rizieq Shihab bersama FPI.

Dan kini, di saat terjadi penistaan Al-Quran, Habib Rizieq tampil didepan memimpin Umat dalam membela Al-Quran.

Saat #Aksi411, Habib Rizieq memimpin jutaan umat Islam yang menuntut ditegakkannya hukum seadil-adilnya bagi penista Al-Quran. Gas air mata yang ditembakkan ke beliau atas izin Allah SWT berbalik arah menuju aparat.

Dalam pengajian pasca Aksi411 di Markaz FPI Petamburan Jakarta, Ahad (6/11/2016), Habib Rizieq berwasiat:

"Saya amanatkan kepada ummat, jika saya ditangkap, jika saya dibunuh... Perjuangan ini harus terus di lanjutkan dan jangan pernah terhenti.".

Sumber : portalpiyungan.co

KESAKSIAN Mayjen TNI (Purn) Prijanto: Aksi 4 November Penuh Keajaiban

JAKARTA - Dalam #AksiBelaQuran pada 4 November 2016 lalu, Mayjen TNI (Purn) Prijanto bercerita aksi demonstrasi itu menjadi refleksi dirinya kembali membaca Al-Quran terutama Surat Al-Maidah 51.

Saat membuka acara diskusi, mantan Wakil Gubernur DKI ini mengatakan QS Al-Maidah 51 memiliki keajaiban. Salahsatunya ialah bisa mendatangkan jutaan orang. Kemudian keajaiban lainnya, BMKG telah meramalkan saat aksi 4 November terjadi akan hujan deras, ternyata tidak terbukti.

“Lalu, keajaiban lainnya adalah dari sekitar 2 juta itu orang yang ikut aksi tidak ada pendemo yang mengeluh lapar dan haus,” ujar Mayjen TNI (Purn) Prijanto dalam acara 'Diskusi Publik: Kasus Ahok Nista Islam dalam Perspektif Hukum Pidana' di Rumah Amanah Rakyat, Menteng, Jakarta pada Kamis (10/11) kemarin.

Prijanto bercerita, Rumah Amanah Rakyat merupakan salah satu dapur umum aksi #411, meskipun dengan segala keterbatasannya. Rumah Amanah Rakyat menyiapkan 2.000 logistik untuk peserta aksi. Dari sejumlah dapur umum yang disiapkan, secara matematis tak akan mampu menyuplai kebutuhan jutaan peserta aksi. Inilah keajaiban yang dimaksud Prijanto.

Prijanto juga menegaskan perlu mencermati ayat selanjutnya yaitu dalam QS Al-Maidah ayat 52 dan 53 disebutkan akan ada kemunculan orang-orangmunafik.

“Kita ini yang dapat hidayah akan melihat kemunculan orang munafik. Kemudian pada ayat selanjutnya di Al-Maidah 53 akan makin jelas mana orang beriman dan mana orang munafik,” sebut mantan Asisten Teritorial Kepala Staf Angkatan Darat (Aster Kasad) ini.

Berikut terjemahannya:

51. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin [mu]; sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.

52. Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya [orang-orang munafik] bersegera mendekati mereka [Yahudi dan Nasrani], seraya berkata: "Kami takut akan mendapat bencana". Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan [kepada Rasul-Nya], atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka.

53. Dan orang-orang yang beriman akan mengatakan: "Inikah orang-orang yang bersumpah sungguh-sungguh dengan nama Allah, bahwasanya mereka benar-benar beserta kamu?" Rusak binasalah segala amal mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang merugi.

Jadi, menurutnya ada yang banyak orang mengaku Islam, tapi tidak tahu apa ajaran Islam. Ia mencontohkan, ada orang kaya tapi tidak pernah mendapat hidayah untuk berangkat haji atau umroh.

“Ada banyak orang Islam tapi tidak mendapat hidayah memahami Al-Quran,” pungkas Mayjen TNI (Purn) Prijanto. Sumber : portalpiyungan.co

Fatwa Syaikh Ali Hasan Al-Halabi Tentang Demo 4 November

Written By Unknown on Kamis, 03 November 2016 | 11/03/2016

Beberapa hari yang lalu tepatnya pada hari sabtu tanggal 29 Oktober 2016 sebenarnya saya sudah bertanya kepada syaikh kami syaikh Ali Hasan Al-Halabi hafidzahullah melalui whatsapp tentang masalah demo 4 november. Namun fatwa ini saya simpan dan tidak saya publikasikan kecuali kepada teman-teman mahasiswa satu angkatan di kampus melalui grup whatsapp, menimbang ditakutkan ada celaan dan hinaan yang tertuju kepada beliau hafidzahullah dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab. 

Namun alhamdulillah, dengan teks yang sama seperti yang ana tanyakan kepada syaikh Ali Hasan, maka pertanyaan tersebut juga disampaikan kepada syaikh Abdul Muhsin Al-Abbad hafidzahullah di Madinah dan dipublikasikan pada hari ini  1 November 2016. 

Menimbang pentingnya permasalahan ini dan bagaimana pendapat para ulama tentangnya, maka saya berpikir ada baiknya untuk mempublikasikan juga fatwa syaikh Ali Hasan secara umum. 

Teks chat bersama beliau:


Pertanyaan saya:

السلام عليكم يا فضيلة شيخنا أريد أن أسأل سماحتكم عن أمر يَهُمّ  جميع المسلمين الإندونسين وهو إن رئيس مدينة جاكرتا يستهزء بالقرآن وعلماء المسلمين وهو كافر يدين النصرانية. وفي الرابع من نوفمبر سوف تقام المظاهرة لطلب محاكمته. هل يجوز لنا الخروج عليه علما بأنه كافر لا طاعة له.  والمظاهرة يراعى فيها الأدب وعدم إفساد المرافقة العامة وغير ذالك. هل يجوز لنا المشاركة في هذه المظاهرة؟ أفيدونا يافضيلة شيخنا أفادكم الله وجزاكم خيرا

“Assalamu alaikum wahai syaikh kami. Saya ingin bertanya kepada yang mulia tentang sebuah perkara yang sangat penting bagi seluruh kaum muslimin Indonesia. Perkara tersebut adalah bahwasanya Gubernur Jakarta mencela Al-Quran dan ulama islam sedangkan dia adalah kafir memeluk agama nashrani. Dan pada tanggal 4 november akan diadakan demo untuk meminta agar dgubernur tersebut diadili. Apakah kita boleh ikut keluar berdomo menimbang bahwasanya dia adalah kafir yang tak perlu ditaati. Dan di dalam demo tersebut juga akan dijaga adab-adab dan tidak merusak fasilitas umum, dsb. Apakah boleh bagi kami untuk mengikuti demo ini? Berikan kepada kami faidah wahai syaikh kami yang mulia. Semoga Allah memberikan faidah pula kepadamu dan membalasmu dengan kebaikan”. 

Beliau hafidzahullah menjawab: 

لا أنصح بالمظاهرات مطلقا وان ربك لبالمرصاد

“Aku tidak menasihati kamu untuk berdemo secara mutlak. Dan sesungguhnya RabbMu selalu mengawasi mereka”. 


Sumber : Alamiry.net

Fatwa Syaikh Al-Ma’ribi As-Sulaimani Terkait Demo 4 November

Tentang gubernur Jakarta yang menghina Al-Quran Al-Karim dan ulama islam, itu memang perkara yang ulama dunia pun mengangkat suara tentangnya. Betapa tidak, dia begitu berani  menghina Al-Quran Al-Karim dan para ulama di depan publik dan masyarakat Indonesia yang mayoritasnya adalah muslim. 

Tak perlu panjang lebar, mari kita simak fatwa syaikh Abu Al-Hasan Al-Ma’ribi As-Sulaimani mengenai hal ini. Beliau ditanya:

وجد عندنا في بلد إندونسيا محافظ نصراني . وهذا المحافظ قد طعن في آية من كتاب الله. فأصدر مجلس علماء إندونسيا فتوى بأنه يجب على الحكومة الأندونسية القبض على هذا المحافظ ومحاكمته شرعيا ولكن الحكومة الإندونسية قد قصرت وتقاعست عن هذا الأمر. فخرج المسلمون بمظاهرة سلمية مطالبة من الحكومة الإندونسية بوجوب تنفيذ فتوى مجلس علماء إندونسيا. فما حكم هذه المظاهرة بارك الله فيكم.

“Ada pada kami seorang gubernur nashrani di negara Indonesia. Dan gubernur ini telah melecehkan salah satu ayat dari kitabullah. Maka Majlis Ulama Indonesia mengeluarkan fatwa bahwasanya wajib atas pemerintah Indonesia untuk menangkap gubernur ini dan mengadilinya. Akan tetapi pemerintah Indonesia tidak memperdulikan perkara ini maka kaum muslimin keluar untuk demo damai demi meminta dari pemerintah Indonesia untuk melaksanakan fatwa Majlis Ulama Indonesia. Maka apa hukum demo ini? Semoga Allah memberkahimu?”

Syaikh As-Sulaimani menjawab pertanyaan ini sedikit panjang, namun saya hanya akan fokus pada beberapa point yang beliau katakan untuk menjadikan renunangan dari dampak yang terjadi untuk ummat islam Indonesia. Insya Allah point-point ini sudah mewakili dan cukup untuk menjawab kerasahan kaum muslimin saat ini. 

1- Beliau mengatakan:

الواجب أولا أن الحكومة المسلمة لا تولي ولاية إلا لرجل مسلم لأن هذا من اتخاذ البطانة من دون المسلمين وهذا فيه فساد كبير وفيه ضرر على عقيدة المسلمين وعلى أمر الدعوة إلى الله عز وجل

“Yang wajib pertama kali, bahwasanya pemerintah islam tidak boleh mengangkat seorang pemimpin kecuali untuk seseorang muslim. Karena ini termasuk perkara menjadikan pemimpin dari selain orang islam. Dan ini di dalamnya terdapat kerusakan yang sangat besar dan di dalamnya terdapat perkara yang membahayakan akidah umat islam dan membahayakan urusan dakwah”

2- Beliau mengatakan: 

ورد أيضا في السؤال أن هيئة علماء المسلمين في إندونسيا أفتت بأن هذا المحافظ يجب أن يحال إلى المحاكمة. نعم هذه الفتوى شرعية وصحيحة من أجل تعظيم حدود الله وإذا فتح المجال لهذا النصراني أن يتكلم في القرآن شيئا فشيئا سنجد المسلمين أنفسهم يتكلمون في القرآن وتكون هناك الردة الصريحة التي هي سبب والعياذ بالله في زوال النعم ونزول النقم. 

“Disebutkan pula dalam pertanyaan tadi bahwasanya Majlis Ulama Indonesia telah memberikan fatwa agar gubernur ini wajib diadili. Ya, benar. Fatwa ini adalah fatwa yang sesuai syariat dan fatwa yang benar demi untuk mengagungkan hududullah. Dan jika kesempatan dibuka untuk orang nashrani agar dia berbicara tentang Al-Quran dengan sekehendaknya maka sedikit demi sedikit kita akan mendapati dari kalangan kaum muslimin sendiri, mereka akan berbicara tentang Al-Quran dengan sekehendak mereka. Dan akan ada pemurtadan yang sangat jelas yang mana ini adalah sebab -wal’iyadzubillah- dari hilangnya nikmat dan turunnya adzab”.

3- Beliau mengatakan pula:

فأنصح بالرجوع إلى العلماء والعلماء في هذا البلد هم الذين يقدرون أي وسيلة تتخذ. فجرب أن المظاهرات في النهاية تكون ألعوبة  ويلعب عليها وتستغل به المشاعر ثم بعد ذلك توجه توجيها أخرى إلى ما لا تحمد عاقبته 

“Maka aku menasihati untuk kembali kepada para ulama. Dan ulama di negara Indonesia lah yang menentukan apa wasilah yang dijadikan untuk mengadili sang gubernur. Dan telah dicoba, bahwasanya demontrasi pada akhirnya hanya akan menjadi mainan yang dimainakan oleh orang-orang, dan orang-orang kafir mengambil kesempatan dari perasaan kaum muslimin yang tersakiti (untuk membuat kerusuhan). Kemudian pada akhirnya hasilnya tidak diharapkan”.

4- Beliau pun ditanya pada kesimpulan:

هل يعني بهذا أنه يجوز الخروج بمظاهرة سلمية إذا أفتى علماء البلد بهذا؟ بارك الله فيكم

“Apakah maksud dari ini bolehnya keluar untuk demo damai jika para ulama negara ini telah memfatwakannya? Semoga Allah memberkahimu.”

Beliau menjawab:

علماء المسلمين في هذا البلد هم أعرف بما يصلح وما لا يصلح أما الذي نحن جربناه أن المظاهرات لا تأتي بخير في ذلك في الغالب. لكن إذا كان ذلك في بلد ما يمكن أن يغير يمكن أيغير بدون إفراط أو تفريط في تقدير المصالح والمفاسد فهذا يرجع إلى العلماء. أما الإنسان إذا كان بعيدا لا يستطيع أن يقدر المصالح والمفاسد فهو بعيد.

“Ulama islam di negara ini lebih tahu tentang mashlahat dan madharratnya. Adapun yang telah kita coba, maka kebanyakannya demonstrasi tidak mendatangkan kebaikan. Akan tetapi jika di negara manapun mungkin untuk merubahnya dengan berdemo tanpa ada berlebihan dan tanpa ada kelalaian dalam mengukur mashlahat dan mafsadat maka ini kembali kepada para ulama. Adapun orang yang tidak dapat mengukur mashlahat dan mafsadah maka ini jauh untuk dilakukan” 

5- Beliau berdoa:

أسأل الله أن يوفق الجميع لما يحب ويرضاه وأن يوفق الحكومة الإندونسية وغيرها من حكومة المسلمين بالقيام بشريعة الله عز وجل وتعظيم حدود الله وأن يهدي هذا النصراني وغيره من الذي يحاربون الدين ويعادون الدين 

 “Aku berdoa kepada Allah agar Dia memberikan taufik untuk semuanya dengan apa yang Dia cintai dan Dia ridhai. Dan semoga Allah memberikan taufik kepada pemerintah Indonesia dan selainnya dari pemerintah kaum muslimin untuk menegakkan syariat Allah azza wa jalla dan mengangungkan hududullah. Dan semoga Allah memberikan hidayah kepada orang nashrani ini dan selainnya yang memerangi islam dan memusuhinya”


Sumber : Almairy.net

Akankah Gubenur DKI Diperiksa terkait Pernyataan Al-Maidah 51?

Written By Unknown on Senin, 24 Oktober 2016 | 10/24/2016

SEBAGAIMANA diketahui, Allah SWT di dalam QS al-Maidah ayat 51 secara tegas telah melarang kaum muslimin untuk menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin mereka. Ayat inilah yang disebut oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok sering dijadikan alat untuk membohongi dan membodohi umat Islam agar tidak mau memilih pemimpin kafir.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada Selasa (11/10/2016) juga menyatakan sikap tegasnya, yang langsung ditandatangani oleh ketua umum MUI, KH Ma’ruf Amin. Di dalam pernyataan sikapnya, MUI antara lain menyatakan : (1) Al Quran surah al-Maidah ayat 51 secara ekplisit berisi larangan menjadikan Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin.
Ayat ini menjadi salah satu dalil larangan menjadikan non-Muslim sebagai pemimpin; (2) Ulama wajib menyampaikan isi surah al-Maidah ayat 51 kepada umat Islam bahwa memilih pemimpin Muslim adalah wajib; (3) Setiap orang Islam wajib meyakini kebenaran isi surah al-Maidah ayat 51 sebagai panduan dalam memilih pemimpin; (4) Menyatakan bahwa kandungan surah al-Maidah ayat 51 yang berisi larangan menjadikan Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin adalah sebuah kebohongan, hukumnya haram dan termasuk penodaan terhadap al-Quran; (5) Menyatakan bohong terhadap ulama yang menyampaikan dalil surah al-Maidah ayat 51 tentang larangan menjadika non-Muslim sebagai pemimpin adalah penghinaan terhadap ulama dan umat Islam. Maka pernyataan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dikategorokan : (1) menghina al-Quran dan atau (2) menghina ulama yang memiliki konsekuensi hukum.
MUI mendesak kepolisian tetap menindaklanjuti laporan dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok. Ahok harus tetap mempertanggungjawabkan perbuatannya (Tempo,10/10).
Al-Quran adalah kalam Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw. Setiap Muslim wajib memuliakan dan mensucikan al-Quran. Karena itu siapa saja yang berani menghina al-Quran berarti telah melakukan dosa besar. Jika pelakunya Muslim, dia dihukum murtad dari Islam.
Allah SWT berfirman yang artinya: “Jika kamu bertanya kepada mereka, niscaya mereka akan menjawab, “Sungguh, kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja,”Katakanlah,” Mengapa kepada Allah, ayat-ayat Nya serta rosul-Nya kalian selalu menistakan? Kalian tidak perlu memit maaf karena kalian telah kafir setelah beriman.” (QS. At-Taubah (9):65-66)
Segala bentuk penistaan terhadap Islam dan syiar-syiarnya sama saja dengan ajakan berperang. Pelakunya akan ditindak tegas oleh khilafah. Seorang Muslim yang melakukan penistaan dihukum murtad dan dia akan dihukum mati, jika pelakunya kafir ahludz-dzimah, dia bisa dikenai ta’zir yang sangat berat, bisa sampai dihukum mati. Jika pelakunya kafir yang tinggal di negara kufur seperti AS, Eropa dan sebagainya, maka khilafah akan memaklumkan perang terhadap mereka untuk menindak dan membungkam mereka
Terbukti bahwa keberadaan Khilafah akan melindungi kesucian dan kehormatan Islam, termasuk kitab suci, dan Nabinya. Khilafah yang menerapkan al Qur’an dan as Sunnah, akan menegakkan syariah sekaligus menjaga kekayaan, kehormatan, dan kemuliaan umat Islam sehingga mereka tidak akan pernah dihinakan lagi. Tanpa khilafah, al Qur’an tidak ada yang melindungi. Penistaan terhadap kitab suci umat Islam terus berulang, bahkan di negeri muslim sendiri. Oleh karena itu, sudah seharusnya kita berjuang bersama untuk mewujudkan kembali perisai Islam dan kaum Muslim, yakni Khilafah ‘ala minhaj an nubuwwah.
Wallahu’alam bish shawab.

Sumber : islampos.com

Akankah Gubenur DKI Diperiksa terkait Pernyataan Al-Maidah 51?

SEBAGAIMANA diketahui, Allah SWT di dalam QS al-Maidah ayat 51 secara tegas telah melarang kaum muslimin untuk menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin mereka. Ayat inilah yang disebut oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok sering dijadikan alat untuk membohongi dan membodohi umat Islam agar tidak mau memilih pemimpin kafir.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada Selasa (11/10/2016) juga menyatakan sikap tegasnya, yang langsung ditandatangani oleh ketua umum MUI, KH Ma’ruf Amin. Di dalam pernyataan sikapnya, MUI antara lain menyatakan : (1) Al Quran surah al-Maidah ayat 51 secara ekplisit berisi larangan menjadikan Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin.
Ayat ini menjadi salah satu dalil larangan menjadikan non-Muslim sebagai pemimpin; (2) Ulama wajib menyampaikan isi surah al-Maidah ayat 51 kepada umat Islam bahwa memilih pemimpin Muslim adalah wajib; (3) Setiap orang Islam wajib meyakini kebenaran isi surah al-Maidah ayat 51 sebagai panduan dalam memilih pemimpin; (4) Menyatakan bahwa kandungan surah al-Maidah ayat 51 yang berisi larangan menjadikan Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin adalah sebuah kebohongan, hukumnya haram dan termasuk penodaan terhadap al-Quran; (5) Menyatakan bohong terhadap ulama yang menyampaikan dalil surah al-Maidah ayat 51 tentang larangan menjadika non-Muslim sebagai pemimpin adalah penghinaan terhadap ulama dan umat Islam. Maka pernyataan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dikategorokan : (1) menghina al-Quran dan atau (2) menghina ulama yang memiliki konsekuensi hukum.
MUI mendesak kepolisian tetap menindaklanjuti laporan dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok. Ahok harus tetap mempertanggungjawabkan perbuatannya (Tempo,10/10).
Al-Quran adalah kalam Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw. Setiap Muslim wajib memuliakan dan mensucikan al-Quran. Karena itu siapa saja yang berani menghina al-Quran berarti telah melakukan dosa besar. Jika pelakunya Muslim, dia dihukum murtad dari Islam.
Allah SWT berfirman yang artinya: “Jika kamu bertanya kepada mereka, niscaya mereka akan menjawab, “Sungguh, kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja,”Katakanlah,” Mengapa kepada Allah, ayat-ayat Nya serta rosul-Nya kalian selalu menistakan? Kalian tidak perlu memit maaf karena kalian telah kafir setelah beriman.” (QS. At-Taubah (9):65-66)
Segala bentuk penistaan terhadap Islam dan syiar-syiarnya sama saja dengan ajakan berperang. Pelakunya akan ditindak tegas oleh khilafah. Seorang Muslim yang melakukan penistaan dihukum murtad dan dia akan dihukum mati, jika pelakunya kafir ahludz-dzimah, dia bisa dikenai ta’zir yang sangat berat, bisa sampai dihukum mati. Jika pelakunya kafir yang tinggal di negara kufur seperti AS, Eropa dan sebagainya, maka khilafah akan memaklumkan perang terhadap mereka untuk menindak dan membungkam mereka
Terbukti bahwa keberadaan Khilafah akan melindungi kesucian dan kehormatan Islam, termasuk kitab suci, dan Nabinya. Khilafah yang menerapkan al Qur’an dan as Sunnah, akan menegakkan syariah sekaligus menjaga kekayaan, kehormatan, dan kemuliaan umat Islam sehingga mereka tidak akan pernah dihinakan lagi. Tanpa khilafah, al Qur’an tidak ada yang melindungi. Penistaan terhadap kitab suci umat Islam terus berulang, bahkan di negeri muslim sendiri. Oleh karena itu, sudah seharusnya kita berjuang bersama untuk mewujudkan kembali perisai Islam dan kaum Muslim, yakni Khilafah ‘ala minhaj an nubuwwah.
Wallahu’alam bish shawab.

Sumber : islampos.com

Soal Makna Awliya, MUI: Jadi Teman Dekat Saja Tak Boleh, Apalagi Jadi Pemimpin


JAKARTA—Soal terjemahan kata Awliya dalam surat Al Maidah ayat 51, sempat menjadi perbincangan karena disebut-sebut telah dirubah.

Cholil Nafis, Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Majelis Ulama Indonesia, menyatakan Awliya bisa bermakna teman setia, penolong, atau pemimpin.

”Kalau teman dekat dan penolong saja tak boleh, apalagi sebagai pemimpin. Teman dekat yang setia itu karena akan tahu rahasia Muslim, penolong itu karena kekuatannya. Dengan demikian, maka pemimpin pasti lebih dilarang,” ujar Cholil, lansir Republika, Ahad (23/10/2016).
Bahkan, lanjut Cholil, pemimpin seperti gubernur adalah orang yang dapat membuat peraturan daerah untuk mengatur umat Islam, termasuk RAPBD yang bisa menolong atau mencelakakan umat Islam. Itu semua, lebih dari sekedar teman setia dan penolong.

Sumber : islampos.com

Soal Makna Awliya, MUI: Jadi Teman Dekat Saja Tak Boleh, Apalagi Jadi Pemimpin


JAKARTA—Soal terjemahan kata Awliya dalam surat Al Maidah ayat 51, sempat menjadi perbincangan karena disebut-sebut telah dirubah.

Cholil Nafis, Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Majelis Ulama Indonesia, menyatakan Awliya bisa bermakna teman setia, penolong, atau pemimpin.


”Kalau teman dekat dan penolong saja tak boleh, apalagi sebagai pemimpin. Teman dekat yang setia itu karena akan tahu rahasia Muslim, penolong itu karena kekuatannya. Dengan demikian, maka pemimpin pasti lebih dilarang,” ujar Cholil, lansir Republika, Ahad (23/10/2016).
Bahkan, lanjut Cholil, pemimpin seperti gubernur adalah orang yang dapat membuat peraturan daerah untuk mengatur umat Islam, termasuk RAPBD yang bisa menolong atau mencelakakan umat Islam. Itu semua, lebih dari sekedar teman setia dan penolong.

Sumber : islampos.com

Lama Menikah Belum Punya Anak? Ini Dua Solusi Dari Nabi


Lak-laki itu datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Ia hendak mengadukan masalahnya; telah lama menikah namun belum punya anak. Rasulullah lantas memberinya dua solusi. Ketika keduanya dilakukan, masya Allah... akhirnya ia memiliki anak hingga seluruhnya berjumlah enam orang anak.

“Ya Rasulullah, saya belum memiliki anak sama sekali,” adunya kepada Baginda Nabi.

Setelah melihat laki-laki itu dan mendengar permasalahannya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lantas memberikan dua solusi.

“Kenapa engkau tidak memperbanyak istighfar dan bersedekah?” Demikian dua solusi dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Memperbanyak istighfar dan memperbanyak sedekah.

Laki-laki itu pun mengerjakan apa yang dinasehatkan Rasulullah. Ia memperbanyak istighfar dan memperbanyak sedekah. Akhirnya dia mendapatkan enam anak.

Abdullah Nashih Ulwan menjelaskan bahwa salah satu keutamaan memperbanyak istighfar adalah, Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan karunia berupa anak. 

Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا . يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا . وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ

maka aku katakan kepada mereka: 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu... (QS. Nuh: 11-12)

Wallahu a’lam bish shawab. 


Sumber : Tarbiyah.net

Jika Ahok Tak Diadili, Umat Islam Akan Kepung Istana Presiden

Aksi Bela Islam di Jakarta, 14 Oktober 2016
Jika polisi tidak segera menindak Ahok terkait kasus penistaan Al Quran, umat Islam akan demo besar-besaran dan mengepung istana Presiden. Bareskrim diberi waktu hingga akhir Oktober untuk menangkap Ahok. Jika tidak, sejumlah ormas Islam telah mulai mempersiapkan aksi besar-besaran pada 4 Nopember nanti.

Aksi yang mengatasnamakan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI itu bertajuk Seruan Jihad Konstitusional Bela Agama & Negara. 

Menurut seruan yang diunggah DPP Front Pembela Islam (FPI) melalui akun Twitter @dpp_fpi, aksi akan digelar pada 4 Nopember, shalat Jumat di Masjid Istiqlal lalu long march menuju Istana Presiden RI.

Disebutkan dalam catatan, peserta diminta membawa bekal karena kemungkinan akan menginap di Istana Presiden.

“Para peserta aksi bawa bekal untuk kemungkinan menginap di sekitar Istana Presiden RI,” demikian tertulis dalam seruan tersebut.
Begitu seriusnya aksi tersebut hingga peserta diminta untuk menuliskan wasiat sebelum berangkat, mendahuluinya dengan puasa sunnah dan memperbanyak dzikir.

“Peserta aksi sebelum berangkat harap tulis wasiat untuk keluarga & berdoa untuk kemenangan umat Islam. Dianjurkan puasa Senin & Kamis sebelum aksi bela Islam. Dianjurkan dari Senin s/d Kamis untuk banyak membaca Al Quran, wirid, dzikir, ratib, hizb, shalawat, doa & perbanyak: hasbunallah wa ni’mal wakil... ni’mal maula wa ni’man nashiir,” demikian poin ketiga hingga kelima catatan dalam seruan tersebut.

Sumber : Ibnu K/Tarbiyah.net

Template Information

Label 6

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Sabda Republik Pena Bertuah - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template | More Trick | IVY Themes
Proudly powered by Blogger