Headlines News :

Label 1

Daerah

Facebook

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label Sport. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sport. Tampilkan semua postingan

Manchester City Sukses Pecundangi Barca, Ini Kata Guardiola

Written By Unknown on Rabu, 02 November 2016 | 11/02/2016

Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, memberikan arahan kepada anak asuhnya saat melawan Barcelona pada laga Liga Champions di Stadion Ettihad, Inggris, Selasa (1/11/2016). City menang 3-1 atas Barcelona. (AFP/Oli Scarff)


Liputan6.com, Manchester - Manchester City sukses membalaskan dendam mereka kepada Barcelona. Ketika gantian menjamu Barca pada matchday keempat Grup C Liga Champions 2016/2017 di Stadion Etihad, Rabu (2/11/2016) dinihari WIB, The Citizens menang 3-1.

Pada pertemuan sebelumnya di Camp Nou, City dipermalukan Barca empat gol tanpa balas. Kali ini, mereka bisa menuntaskan dendam meski sempat tertinggal lebih dulu akibat gol Lionel Messi di menit ke-21.

Untungnya, respons yang diberikan City benar-benar memukau. Tiga gol balasan dilesakkan anak asuh Pep Guardiola itu lewat Ilkay Gundogan di menit ke-39, ke-74, dan Kevin De Bruyne di menit ke-51.

"Performa kami jauh lebih baik setelah 38 menit pertama. Sebelum itu, kami harus melihat tim terbaik di dunia. Kami berada dalam kesulitan yang sangat besar. Tapi, sepak bola memang seperti ini. Gol kami mengubah permainan," kata Guardiola seperti dilansir Goal.

"Di babak kedua kami lebih kompak. Kami mampu menekan dan memenangkan banyak bola. Kita juga bertahan dengan sangat baik dan menggunakan serangan balik untuk melawan mereka. Jika lolos, kami beruntung karena 
tak akan bertemu mereka lagi," ucap Guardiola lagi.

Kemenangan itu melanjutkan tren kebangkitan City di dua laga terakhir. Sebelumnya, mereka juga menang 4-0 atas West Bromwich Albion di Liga Inggris. Itu menjadi hasil positif perdana mereka setelah sempat melewati enam laga beruntun tanpa kemenangan.

Sayang, kemenangan itu belum cukup mengantarkan City ke puncak klasemen Grup C. Dengan koleksi tujuh poin, mereka masih terpaut dua angka dari Barca dan unggul tiga poin atas Borussia Moenchengladbach.

Sumber : Liputan6.com

Investasi Besar, Ducati Bidik Gelar Juara MotoGP

Andrea Dovizioso dan Andrea Iannone. (EPA/Giorgio Benvenuti)
Liputan6.com, Sepang - Revolusi besar-besaran dilakukan Ducati sebelum gelaran MotoGP 2016. Hasilnya pun sudah terlihat dari penampilan tim asal Italia tersebut di sepanjang musim ini. Mereka mulai menjadi pesaing serius bagi dua tim papan atas, Honda dan Yamaha.

Sejak ditinggal Casey Stoner pada akhir musim 2010, Ducati mengalami penurunan prestasi. Kemampuan mesin mereka sulit menandingi kecepatan Honda dan Yamaha. Ditambah, mereka juga kesulitan menemukan komposisi pembalap yang tepat.

Karenanya, jelang bergulirnya MotoGP 2016, mereka melakukan pekerjaan besar dalam perakitan Ducati Desmosedici GP16. Hasilnya pun tak percuma. Kolaborasi Andrea Dovizioso dan Andrea Iannone membuat Ducati kembali ditakuti.

"Kami tak melakukan invenstasi dan upaya hanya untuk mendapatkan tempat ketiga dan keempat. Tujuannya adalah kompetitif di semua balapan dan berjuang untuk gelar juara. Saya tahu itu sulit, sangat sulit," kata bos Ducati, Gigi Dall'Igna, seperti dikutip GPOne.

Sejatinya, sudah berbagai upaya dilakukan Ducati sejak ditinggal Stoner. Mereka sempat mencoba peruntungan dengan mengontrak Valentino Rossi di musim 2011 dan 2012. Rossi diduetkan dengan Nicky Hayden saat itu. Namun, hasilnya juga tak cukup memuaskan.

Musim 2013, hengkangnya Rossi membuat Ducati menggaet Dovizioso untuk menjadi pasangan Hayden. Semusim selanjutnya, Dovizioso dipasangkan dengan Cal Crutchlow. Baru pada musim 2015 Dovizioso mulai diduetkan dengan Iannone.

Meski kerap tak akur, terbukti kolaborasi Dovizioso dan Iannone memberikan hasil fantastis bagi Ducati. Dimulai dari kesuksesan Iannone yang menghapus dahaga kemenangan Ducati pada MotoGP Austria, kini giliran Dovizioso yang merebut podium juara MotoGP Malaysia.


"Tujuan saya di musim ini adalah apa yang pernah saya katakan, yakni kompetitif di semua balapan. Hasilnya membuat saya senang. Dalam beberapa momen, kami bekerja lebih baik dari yang lain. Tapi, kami juga masih harus beberapa kali berjuang," ungkap Dall'Igna mengenai kinerja Ducati, tim yang akan diperkuat Jorge Lorenzo di musim depan.

Sumber : Liputan6.com

Rossi Ingin Duel Lawan Marquez di Seri Terakhir MotoGP 2016

Written By Unknown on Selasa, 01 November 2016 | 11/01/2016

Liputan6.com, Sepang - Valentino Rossi tampaknya masih menaruh dendam kepada Marc Marquez.  Buktinya, The Doctor mengumbar pernyataan dirinya berambisi menutup MotoGP 2016 dengan mengalahkan musuh bebuyutannya itu di MotoGP Valencia, 13 November mendatang.

Rossi sepertinya masih terluka akibat insiden yang terjadi di Sirkuit Internasional Sepang, pada MotoGP tahun lalu. Pasalnya, karena perseteruannya dengan Marquez, saat itu ia gagal menggenapi trofi juara kesepuluh setelah menerima hukuman penalti dari Race Direction.

Sekarang, Rossi ingin mengakhiri musim 2016 dengan merebut kemenangan di MotoGPValencia. Ini sebagai bentuk perlawanan terhadap Si Bayi Alien.

"Saya akan merasa benar-benar bahagia jika saya bisa berjuang memperebutkan kemenangan di kejuaraan tahun ini dengan Marquez. Menurut saya, dia selalu memiliki keuntungan terutama dalam hal perebutan poin," ungkap Rossi seperti dikutip Crash, Senin (31/10/2016).

Berkaca pada capaian di musim ini, Rossi bisa dikatakan kurang mengesankan. Pasalnya, dia hanya mampu merebut dua kemenangan dari 17 balapan yang sudah dijalaninya tersebut.


Sumber : Liputan6.com

Rossi Puas Pecundangi Lorenzo di MotoGP 2016

Liputan6.com, Sepang - Gagal menjuarai MotoGP 2016 menjadi hal yang menyedihkan bagi pembalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi. Namun, rider asal Italia itu terlihat sangat senang bisa mempecundangi rekan setimnya, Jorge Lorenzo.

Rossi telah menobatkan diri sebagai juara kedua MotoGP 2016. Hingga balapan di Sirkuit Sepang, Malaysia, akhir pekan lalu, Rossi sudah mengumpulkan 236 poin, unggul 28 angka dari Lorenzo. Seri terakhir di Valencia, tidak akan berpengaruh apapun.

"Sebenarnya saya ingin memenangkan MotoGP musim ini, tapi itu sudah tidak mungkin. Tapi, hasil yang saya raih musim ini sangat penting," kata Rossi, dikutip dari gpudate.

Mantan pembalap Ducati itu menambahkan, "Pertempuran dengan Lorenzo selalu intens. Kami selalu bersaing hingga balapan terakhir. Ketika Anda mengalahkan pembalap yang kuat, seperti Lorenzo, itu merupakan hasil bagus."

Sumber : Liputan6.com

Tiba di Barcelona, Marquez Tak Henti Umbar Senyum

Liputan6.com, Barcelona - Setelah menghabiskan waktu tiga pekan di Asia, Marc Marquez akhirnya tiba di Bandara El Part, Barcelona, Senin (31/10/2016) waktu setempat. Kedatangan pembalap Repsol Honda di depan pendukungnya kali ini terkesan spesial mengingat ia berstatus sebagai juara dunia ketiga di kelas utama MotoGP 2016.

Penggemar dan awak media begitu setia menunggu Marquez ke Spanyol, meskipun sempat tertunda kedatangan Si Bayi Alien hampir dua jam. Namun, mereka tetap bertahan sampai akhirnya sang idola tiba.

Saat tiba di bandara, Marquez tak henti-hentinya mengumbar senyuman kepada penggemar. Sambil menarik koper, pria yang mengenakan sweater hitam itu bahkan beberapa kali terlihat berfoto bersama penggemar.

Di depan awak media, Marquez mengakui gelar ketiga di kelas 1000cc ini tidak pernah diharapkan sebelumnya. Hal itu terjadi lantaran persaingan di musim ini begitu ketat dan sangat menguras tenaga.

Marquez menyebut bangga karena bisa mengakhiri pertarungan dengan Valentino Rossidan Jorge Lorenzo. Hebatnya, pertarungan itu dia menangkan di seri Jepang di Sirkuit Motegi, yang merupakan kandang Honda. Saat itu, mereka juga merayakan ulang tahun ke-50.

"Kami tidak pernah berpikir bisa mengakhiri pertarungan ini di sana (Motegi). Itu adalah balapan yang tidak pernah kami harapkan (menang) sebelumnya," ujar Marquez seperti dikutip Mundo Deportivo, Selasa (1/11/2016). "Kemudian di dua balapan berikutnya saya mulai pergi dan berusaha tampil sebaik mungkin, namun saya terjatuh."


Sumber : Liputan6.com

Warga Kampung Halaman Marquez Siap Gelar Pesta

Liputan6.com, Barcelona - Sukses Marc Marquez jadi juara MotoGP 2016 membuat bangga masyarakat kampung halamannya di Cervera Provinsi Katalunya, Spanyol. Pesta perayaan sukses Marquez rencananya akan digelar pada 19 November 2016 mendatang.

"Seperti tahun sebelumnya, Fan Club telah menyiapkan sesuatu. Tapi saya belum bisa bicara banyak tentang pesta tersebut. Yang saya tahu bahwa tanggal 19 November adalah hari libur di Cervera," ungkap Marquez, saat tiba di Bandara El Part, seperti dikutip Sport, Selasa (1/11/2016).

Marquez menyebut, walaupun pamannya, Ramon, sudah menyiapkan pesta besar di Cervera, dirinya tetap ingin fokus Wamempersiapkan balapan seri terakhir yang dijadwalkan akan berlangsung pada 13 November 2016 di Valencia. Pasalnya, ia akan tampil di depan pendukungnya, sehingga alangkah baiknya jika berada di podium pertama.

"Kami akan mencoba untuk menang. Pertama menyelesaikan balapan di depan fans, dan yang terpenting akan menyenangkan untuk menyelesaikan kejuaraan di atas podium," ujar Marquez, lagi.

Sumber : Liputan6.com

Musim 2017 Pembalap Ducati Saling Memperebutkan Motor Desmosedici

Written By Unknown on Minggu, 02 Oktober 2016 | 10/02/2016



BOLOGNA – Scott Redding Pembalap tim Pramac mengutarakan bahwa akan banyak persaingan di musim 2017 untuk mendapatkan Desmosedici GP17, dikarenakan tim satelit Pramac ducati akan diberikan pasokan dari pabrikan ducati pada musim 2017,

Pabrikan Ducati memberikan janji kepada tim satelit akan memberikan mesin terbaru pada musim depan. Kesempatan tersebut bisa didapatkan tim pramac ducati yaitu Scott Redding dan Danilo Petrucci.

Tim Pramac Ducati Scott Redding melihat kesempatan tersebut,tetapi mengaku tak terlalu berambisi untuk mendapatkan motor yang akan menjadi tunggangan Jorge Lorenzo yang berasal dari Negara spanyol. Justru hal tersebut di atas akan menjadikan pembalap asal Inggris itu bakal terlena.

" Kami membuat kesepakatan di internal, karena Danilo mengalami patah tangan pada awal musim ini dan itu merupakan kurang adil, serta saya juga mempunyai banyak masalah teknis, jadi kami memutuskan untuk memulai lagi di Brno," ucap Scott Redding “ dan akan menjadi sesuatu yang menarik untuk mendapatkan sebuah motor pabrikan 2017.

Hal utama bagi saya adalah untuk tidak berpikir terlalu banyak mangenai hal ini, jika saya terlalu memikirkan motor 2017 maka saya membuat banyak kesalahan, tapi yg saya lakukan adalah menjadi lebih baik dan menunjukkan konsistensi kedepannya “ mengutip Autosport,Minggu (30/09/2016). (awb)

Template Information

Label 6

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Sabda Republik Pena Bertuah - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template | More Trick | IVY Themes
Proudly powered by Blogger